Jumat, 13 Maret 2015

Kredit Otomotif?

Hutang adalah merupakan hal yang tidak bisa dihindari pada sebagian besar masyarakat kita. Mirip dengan hutang ini kita juga mengenal istilah kredit. Jika hutang merupakan langkah peminjaman uang untuk kebutuhan lain yang lebih luas (biasanya malah kebutuhan pokok), Kalau istilah kredit biasanya digunakan dalam pembelian suatu kebutuhan dengan cara mengangsur (yang tentunya sama pula dengan berhutang, meski berbeda bentuk). Istilah kredit juga dikenal dalam pembiayaan usaha tertentu dengan sejumlah persyaratan dan terdapat agunan yang merupakan pokok barang acuan—yang kemungkinan akan disita oleh pemberi kredit bila kita gagal angsur atau gagal bayar angsuran kredit kita.

Ilustrasi kredit. image: Alvimann, Montevideo, Uruguay

Dalam banyak hal, orang biasa mengajukan kredit untuk berbagai kebutuhan, terutama untuk mereka yang susah menabung. Tetapi tidak berarti orang yang mengajukan dan melakukan kredit barang selalu tidak gemar menabung pula.
Salah satu alasan yang kadang dikemukakan oleh orang yang mengajukan kredit adalah untuk usaha, atau sesuatu yang bisa "diputar" (menghasilkan uang) untuk membayar angsuran kredit tersebut sekaligus menghidupi si debitur (pelaku kredit atau peminjam uang). Dan, selain rumah atau tanah, seringkali barang atau objek yang menjadi sasaran debitur adalah otomotif; baik motor atau mobil.

Tentang kepemilikan otomotif ini juga tidak selalu digunakan untuk menghasilkan uang (kalau motor, untuk rental atau ojek; jika mobil untuk rental atau usaha travel). Banyak orang di segala lapisan masyarakat mengajukan kredit melalui leasing tertentu untuk transportasi ke tempat kerja, meski ada juga yang menggunakan jasa leasing demi membeli armada yang digunakan untuk berjualan di pinggir jalan atau untuk distribusi barang dagangannya. Kredit otomotif ini juga ditempuh Fortune Rent Car - Sewa Mobil di Surabaya selama beberapa kali, mengingat kerugian pembelian tunai adalah kita mengeluarkan banyak uang dalam satu waktu yang bisa digunakan untuk keperluan lainnya.

Tetapi nyatanya Fortune Rent Car - Rental Mobil Murah di Surabaya juga menemui lapisan masyarakat yang memilih untuk membeli tunai keperluan ini, tak peduli seberapa besar uang yang dikeluarkan dalam pembelian tunai ini. Mereka yang biasa melakukan ini antara lain:
1. Badan usaha sebagai armada distribusinya
2. Penerima warisan dan dana pensiun yang tidak ingin lagi dibebani oleh bunga-berbunga.
3. Karyawan/TKI yang mengumpulkan jerih-payahnya selama bertahun-tahun untuk digunakan sebagai modal usaha.

Bunga-berbunga ini kebanyakan dihindari orang agar tidak tercekik di saat kita lalai membayar angsuran, atau saat pemasukan memburuk sehingga uang yang digunakan untuk mengangsur tersebut juga terganggu. Dalam membeli tunai, beberapa orang lebih memilih membeli mobil bekas yang "agak baru" ketimbang membeli mobil baru "gress" dari showroom karena pelemahan (penyusutan) barang bernama mobil cenderung lebih cepat. Sesuai pendapat seorang pesohor yang lebih memilih berinvestasi properti adalah, kalau sebidang tanah atau rumah bila dijual lagi bisa tambah mahal; jika mobil dijual lagi harganya bisa turun hingga 70%-nya.

Tapi, Fortune Rent Car - Sewa Mobil Surabaya tidak beracuan pada harga mobil yang bisa turun drastis saat statusnya menjadi "seken". Karena motif orang menjual mobilnya juga macam-macam. Bagaimana bila habis tabrakan atau setelah kecemplung di sungai? bahkan harga mobil setelah terendam akan jauh berbeda dengan mobil bekas yang perawatannya bagus dan merupakan mobil "rumahan" yang jarang diajak berkeliling. (bersambung)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar